Kota malang memiliki perubahan di beberapa sektor yang sempat menimbulkan pro dan kontra. Yaitu di daerah mayjend panjaitan alias betek.
Dulu sebelum kepemimpinan abah anton, jalan raya di sana memiliki dua arah. Berbeda dengan sekarang yang telah dirubah menjadi satu arah.
Kebijakan tersebut mulai diberlakukan semenjak diangkatnya walikota baru.
Mari kita bahas tentang pro dan kontranya.
pro muncul dari mulut para pengguna jalan yang sebenarnya memiliki rumah yang jauh disana.
pro muncul dari mulut para pengguna jalan yang sebenarnya memiliki rumah yang jauh disana.
Mereka merasa diuntungkan dengan lancarnya lalu lintas di daerah tersebut karena sudah menjadi satu arah.
Sedangkan untuk para orang orang yang tinggal di sana saya sangat dirugikan terutama untuk orang orang yang berjualan di sana karena sangat berpengaruh pada tingkat mampir nya orang ke sana.
Efek sementara dari perubahan satu arah ini memang terasa sedikit lebih lancar di sana tapi di daerah matos semakin padat dan macet ditambah lagi dengan kondisi para orang tua yang menjemput anak anaknya sepulang sekolah di depan sma 8.
Aksi kontra para penduduk setempat sudah mulai ekstrim. Mulai dari membuat corat coret tembok dengan spanduk atau langsung dengan spray. Tulisan nya pun unik unik mulai dari sindiran tentang dua arah hingga sindiran tentang suap 50 ribu saya diberikan kepada warga.
Yang cukup mengagetkan adalah rencana untuk menambah satu arah lagi di daerah stadion gajayana.
Perubahan itu sangat baik tapi alangkah baiknya jika tidak terburu buru dan tanpa pemikiran yang lebih.
Semoga masalah satu arah dapat terselesaikan dengan baik sehingga tidak ada yang saling dirugikan
No comments:
Post a Comment